tips menghitung uang pertanggunganBanyak sekali orang yang tertarik dengan asuransi jiwa, tapi pada umumnya pasrah saja dengan perhitungan Uang Pertanggungan ( UP ) yang disodorkan agennya. Ironisnya lagi banyak juga yang sudah mempunyai polis asuransi jiwa tapi mereka tidak memperhatikan UP-nya dan ketika ada penawaran dari agen asuransi lain mereka bilang “aku sudah punya asuransi” karena sudah merasa cukup

Padahal dengan asuransi jiwa, kita bisa melindungi penghasilan kita dan melindungi seluruh anggota keluarga, sehingga jika terjadi resiko / musibah terhadap kita sebagai pencari nafkah, maka keluarga yang ditinggalkan tidak bangkrut secara ekonomi dan tetap bisa hidup layak.

Sebagai agen asuransi kami seringkali ketemu dengan contoh yang menurut kami “lucu” tapi sering terjadi di masyarakat

Contohnya begini :

Ada seorang ayah sebagai pencari nafkah tunggal dalam keluarga, memiliki tiga anak balita dan istri sebagai ibu rumah tangga, keluarga ini mempunyai anggaran pengeluaran sebesar Rp 5 juta per bulan ( diluar angsuran hutang ). Si ayah memiliki polis asuransi dengan uang pertanggungan Rp 50 juta. Trus dimana lucunya ? Yuk kita renungkan bersama

Andai si ayah tiba2 terjadi resiko ( baca : meninggal dunia ), maka keluarga ini hanya menerima cash Rp 50 juta, ini akan habis hanya 10 bulan saja ! Dengan asumsi pengeluaran Rp 5 juta per bulan

Bagaimana kebutuhan keluarga ini bulan ke 11 dan seterusnya..? Jangan beli polis asuransi hanya sekedarnya saja, tapi belilah yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Lantas bagaimana cara untuk menghitung seberapa besar sebenarnya uang pertanggungan yang anda perlukan. Berikut gambarannya :

HUMAN LIVE VALUE ( HLV )

Metode ini menghitung biaya hidup sampai anak menjadi mandiri.

Ilustrasi contoh sebuah keluarga terdiri dari :

  • Bapak Ali berusia 35 tahun
  • Mempunyai seorang istri dan dan 2 orang anak berusia 10 tahun dan 5 tahun
  • Pendapatan per bulan Rp 5 juta
  • Asumsi menabung di asuransi 20 tahun, tujuannya kebutuhan anak tercukupi sampai usia 25 tahun ( usia mandiri )

Dengan data diatas, maka kita dapat menghitung :

Kebutuhan 1 tahun = 5 juta X 12 bulan = 60 juta per tahun

Jika rencana menabung 20 tahun ( mulai usia anak terkecil 5 tahun ), maka : 60 juta X 20 tahun = 1,2 Milyar Rupiah

Di ilustrasi ini Bp Ali harus mengambil polis asuransi dengan UP sebesar Rp 1,2 Milyar agar ketika terjadi resiko, anggota keluarga masih dapat hidup layak seperti saat ini selama 20 tahun ke depan

Hal ini bukan berarti nyawa seseorang dapat diukur dengan nominal tertentu. Akan tetapi metode ini sangat membantu menentukan berapa besar penghasilan anda dapat diproteksi yang nantinya digunakan untuk biaya hidup keluarga

INCOME BASED VALUE ( IBV )

Metode ini menggunakan penghasilan atau pengeluaran bulanan sebagai dasar perhitungan. Namun parameternya dengan menggunakan besaran investasi tertentu agar dapat menghasilkan dana sebagai pendapatan tetap ketika pencari nafkah terjadi resiko

Nah mengenai jenis investasi di Indonesia yang “minim resiko” adalah Sertifikat Bank Indonesia ( SBI ) dan Obligasi Ritel Indonesia ( ORI ). Jika sebagai contoh tingkat suku bunga ORI 7% per tahun dan dikurangi pajak 20% maka didapatkan bunga 6,8 per tahun atau 0,56% per bulan

Dengan contoh keluarga Bp Ali diatas dengan pendapatan 5 juta per bulan. Dari nilai 0,56% per bulan dari ORI maka Rp 5 juta / 0,56% = Rp 893 juta. Jadi dengan metode ini maka Bp Ali harus mengambil polis asuransi dengan UP senilai Rp 893 juta yang nantinya bisa diinvestasikan di ORI dengan asumsi bunga 0,56% per bulan sebagai ganti biaya hidup Rp 5 juta per bulan, meskipun pencari nafkah tidak dapat bekerja lagi

SURVIVAL BASED VALUE ( SBV )

Metode ini memperhitungkan berapa kewajiban dan berapa penghasilan yang harus diproteksi sampai orang yang ditinggalkan dapat bekerja kembali ( mandiri secara ekonomi )

Sebagai contoh : suami meninggal, dengan perhitungan metode ini berarti sang istri diasumsikan akan bekerja setelah suami meninggal dunia

Hal penting dari metode ini adalah semakin besar kewajiban atau hutang yang harus dibayar, maka semakin besar pula UP asuransi yang dibutuhkan. Anda juga perlu menghitung dana darurat yang telah dimiliki.

Ilustrasi contoh sebuah keluarga terdiri dari :

  • Bapak Bambang berusia 35 tahun, penghasilan Rp 10 juta / bulan
  • Istri usia 30 tahun, telah resign 1 tahun ( sebelumnya penghasilan Rp 5 juta / bulan )
  • Mempunyai 2 orang anak berusia 10 tahun dan 5 tahun
  • Sisa hutang KPR 350 juta, cicilan 2 juta per bulan. Kebutuhan hidup keluarga 5 juta per bulan dan bayar asuransi 3 juta per bulan. Total kebutuhan keluarga Bp Bambang 10 juta per bulan
  • Sekarang ini sudah mempunyai tabungan 50 juta. Dapat memenuhi kebutuhan keluarga selama 5 bulan
  • Istri memutuskan kembali bekerja, penghasilan 6 juta per bulan
  • Asumsi menabung di asuransi 20 tahun, tujuannya kebutuhan anak tercukupi sampai usia 25 tahun ( usia mandiri )

Dengan data diatas kita dapat menghitung :

  • Biaya angsuran KPR sebesar 2 juta per bulan menjadi lunas karena pasti akan dilunasi asuransi kredit rumah, maka total kebutuhan per bulan menjadi 8 juta per bulan ( 10 juta – 2 juta )
  • Pendapatan istri 6 juta – 8 juta = ( – 2 juta ), artinya setiap bulannya masih kurang 2 juta

Jika rencana menabung 20 tahun ( mulai usia anak terkecil 5 tahun ), maka :

2 juta X 12 bulan X 20 tahun = 480 juta rupiah

Maka dengan metode ini, Bp Bambang memerlukan perlindungan sebesar Rp 480 juta

Dari sini bisa disimpulkan bahwa ketika membeli polis asuransi, maka Uang Pertanggunganlah yang harus dipikirkan terlebih dahulu untuk mendapatkan “asuransi jiwa terbaik” . Setelah mengetahui uang pertanggungan yang dibutuhkan barulah ditentukan berapa premi yang harus dibayarkan.

Nah kebanyakan orang biasanya dari besaran preminya dulu, mau dapat UP berapa terserah agennya, nah terbitlah polis lucu…hehe

Sekarang hitung dengan cermat berapa besar kebutuhan proteksi penghasilan anda. Jangan sampai menyesal karena proteksi yang anda miliki jauh dari kata cukup. Tentukan pilihan investasi dan perlindungan yang sesuai dengan keluarga anda.

Untuk memperjelas besaran premi yang harus dibayarkan ketika kebutuhan keluarga kita mencapai 1 Milyar misalnya, maka silahkan membaca artikel kami :  Mau 1 Milyar Dari Prudential ? Simak Cara Mudahnya dan Beli Paper Aset Ternyata Murah Banget. Yuk Beli !

SALAM CERDAS BER-ASURANSI

Bambang Tejo Narsoyo

Call/SMS/WA : 0815 7511 8000

Pin BB : D051BBAF

Berita Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *