orangtuaSebuah cerita fakta akan saya ungkap untuk mengawali artikel ini. Mudah-mudahan ini tidak terjadi pada kita nantinya.                                   Saat duduk menunggu antrian di sebuah bank beberapa waktu yang lalu, saya memulai percakapan kecil dengan orangtua sepuh yang umurnya sebaya dengan ayah saya.
Saat pertama mengamatinya beliau tampak membolak balik buku tabungan di lembar terakhir. Ternyata beliau sedang menunggu dengan harap cemas kiriman dari anak perempuannya yang bekerja di luar kota.

Banyak dari orangtua yang tidak mempersiapkan masa tuanya. Tugas mereka hanya menyekolahkan anak-anak sampai bisa bekerja.
Anak-anak seolah jadi investasi balas budi, karena saat menua bisa jadi sandaran hidup. Mereka lupa bahwa diri sendiri harus juga dipersiapkan.
Bekerja keras bukan cuma sebatas melepas dari belenggu kemiskinan. Membesarkan dan menyekolahkan anak-anak adalah sebuah Konsekuensi dan Tanggung Jawab bukan Investasi Masa Tua
Bukan juga tentang PENGORBANAN yang harus berakhir dengan HUKUM BALAS BUDI.
Anak-anak akan punya kehidupan sendiri dan bebannya juga pasti tak mudah.
Jadi saat kita MENUA, jangan memberi beban buat anak kita. Kita harus tetap jadi Lilin buat Anak dan Cucu kita…
Waktu muda, kita jangan MENUNDA kesenangan, tetapi harus terbiasa melatih membedakan KEINGINAN (WANT) dan KEBUTUHAN (NEED).
Berharap saat “menua” nanti, kita tidak akan cemas dengan saldo terakhir di tabungan dan tak menyerahkan nafas financial ditangan anak-anak tercinta,
Membiayai anak jangan ibarat menanam pohon, benihnya sudah ditabur dan buahnya akan dipetik saat panen raya tiba.
Apa yang bisa kita renungkan dari cerita diatas ? Menua…atau usia tua itu adalah sebuah kepastian (jika diberi umur panjang). Mari mulai sekarang rencanakan Dana Pensiun kita, agar kehidupan kita tidak bergantung kepada anak-anak.
Kenapa dana pensiun ini saya ingatkan terus ? Sekedar informasi bahwa anda nantinya akan pensiun di usia 55 tahun. Nah mengacu pada rata2 angka harapan hidup di Indonesia adalah usia 80 tahun. Artinya dana pensiun merupakan jumlah biaya hidup selama 25 tahun !
Sebagai saran, mulailah alokasikan pemasukan yang diterima dengan gunakan konsep 50/30/20 budget.
Alokasikan 50 persen dari pemasukan untuk biaya hidup yang sifatnya pokok, alokasikan 30 persen untuk kebutuhan anda pribadi atau angsuran kredit dan 20 persen untuk dana pensiun dan tabungan dana darurat
Jika alokasi dana pensiun dirasa kurang ambil 10 persen dari 30 persen pemasukan untuk kebutuhan pribadi agar alokasi untuk investasinya memberikan hasil return yang lebih  maksimal

survey pensiun

Menjadi Tua itu PASTI, Namun memiliki masa tua yang bahagia adalah sebuah PILIHAN bagi orang yang MAMPU BERPIKIR.
Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan gambaran produk dana pensiun dari Prudential untuk keluarga anda
Selamat pagi dan selamat beraktifitas
Informasi dan Konsultasi
Bambang Tejo Narsoyo
Call/Sms/WA : 0815 7511 8000

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *