halo para pencari nafkahKetika melakukan penawaran asuransi seringkali saya mendapat jawaban “untuk asuransi nanti saja, saya belum butuh asuransi, kebutuhan saya yang lain masih banyak, mending buat investasi dulu” Mm…apakah anda pernah didatangi agen asuransi dan menjawab demikian ?
Sebenarnya menurut anda, kapan ya waktu terbaik untuk membeli asuransi ?

Sedangkan syarat untuk sakit, tidak tunggu kita dewasa atau lanjut usia…
Terlebih kita tak bisa memilih sakit yang ringan2 saja, dan akan menolak bila vonis yang didapat dari dokter adalah kondisi kritis….( baca : kriteria 34 penyakit kritis )
Bila sakit kritis sudah dialami, apakah anda akan berkata tidak apa2, tak perlu dirawat karena takut tabungan anda terkuras habis untuk berobat ?
Faktanya anda akan perlu dirawat 5 s/d 8 bahkan 10 tahun untuk dapat dipulihkan dari kondisi tersebut, dan selama waktu tersebut, kira2 siapkah keluarga anda bila anda sebagai pencari nafkah sudah tak mampu menjadi tulang punggung keluarga lagi?
Bagaimana dengan seluruh biaya hidup yang selama ini anda sediakan sebagai kepala rumah tangga?
Mampukah istri dan anak2mu menggantikan posisimu sebagai penyedia income untuk kelangsungan hidup keluarga?
Bagus bila anda sudah punya asuransi kesehatan. Pertanyaan saya : Seberapa mampu asuransimu bertahan untuk mengganti biaya berobat dan seberapa lama keluargamu mampu bertahan terus merawatmu dan menggantikan posisimu sebagai pencari nafkah sekaligus?
Untuk itu wajib bagi para pencari nafkah untuk memiliki proteksi gaji ( baca : Penting Buat Anda : Proteksi Gaji )
Asuransi adalah produk yang unik. Hanya bisa dibeli ketika anda masih belum membutuhkannya. Saat Anda butuh, maka asuransi akan menolak anda.
Kembali ke pertanyaan awal : Kapan dong waktu paling menguntungkan untuk membeli asuransi? Jawaban yang paling akurat adalah : satu hari sebelum meninggal. Maximum return guaranteed. Tentu saja ini hanya guyonan, karena tidak ada yang tahu kapan dirinya akan meninggalkan dunia ini.
Cara yang pandai adalah membeli asuransi semaksimal mungkin sesuai kemampuan yang dapat disisihkan, mumpung masih muda, sehat dan mampu.
Berapa persen dari income sebaiknya disisihkan secara rutin? Rule of thumb adalah 10-15% dari pendapatan. Namun tentu saja tergantung dengan kondisi dan kemampuan setiap individu.
Selamat berasuransi dan berinvestasi dengan smart dan bijaksana.

AKU NGGAK BUTUH ASURANSI

Informasi dan Konsultasi
Bambang Tejo Narsoyo
Call/Sms/WA : 0815 7511 8000

Berita Terkait

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *