istri nolak asuransiKalimat inilah yang sering saya dengar ketika melakukan pertemuan dengan calon nasabah. Ketika saya bertemu dan menjelaskan manfaat dari program asuransi, tidak ada keberatan, dan kesan yang saya rasakan adalah sangat antusias.
“Okey saya faham dan sangat tertarik tapi saya tanyakan ke istriku dulu ya ? ”
Seperti seminggu yang lalu, di daerah singocandi kudus, saya janjian dan ketemu teman ( sebut aja si koko ), disana saya jelaskan manfaat dari program proteksi gaji buat pencari nafkah keluarga. Sepanjang penjelasan si koko terkesan sangat tertarik, tapi pada akhirnya kalimat pamungkas itu kembali muncul. “Saya tertarik sekali, tapi saya harus diskusi dulu sama istriku” dan saya akhirnya menjawab okey kalau begitu dua hari lagi tak mampir ya…
Dan hari ini…
Malem ko…sapa saya
Oh ya malem mas…wah saya sudah tanya ke istriku tapi katanya ndak dulu ya, masih banyak kebutuhan yang lain sahut si koko langsung membuka pembicaraan dengan kata pamungkas.
Oh ya kenapa ya ko ? Apa masih ada hal belum jelas ? Tanya saya lagi
Walaupun dalam hati rasanya lemes juga karena saya sudah menjelaskan program yang saya buat khusus buat si koko dan si koko juga paham betul bahwa asuransi ini manfaat terbesarnya adalah justru untuk istrinya yang tidak bekerja dan anak satu-satunya
Ya kata istriku masih banyak keperluan yang lebih penting, jawab si koko
Ooo gitu ya ko ? Sahut saya.
Ko tahu ndak, sepanjang pengalaman saya jadi agen asuransi, 95% istri kalau ditanya suaminya untuk masuk asuransi jawabannya pastilah TIDAK SETUJU
Tapi ada fakta uniknya ko,  100% dari istri kalau ditanya apakah seharusnya ALMARHUM suaminya mengambil asuransi sebelum meninggal ? maka mereka akan kompak menjawab MEREKA SETUJU ko…
Tapi mau setuju atau tidak semuanya sudah terlambat…
Nah ketika istri koko bilang tidak setuju, bisa jadi punya pemikiran kalau ikut asuransi bisa mengurangi jatah bulanan, atau si istri sayang juga uang segitu dibuat untuk sesuatu hal yang belum perlu,  iya kalau sakit ? Kalau nggak kan rugi banget bayar mahal-mahal gak ada manfaatnya, mending uang segitu dipakai buat cicil mobil, atau ditabung buat sekolah anak,  lagian koko kan masih muda masih jauhlah dari yang namanya sakit kayak gitu.
Mungkin istri koko akan berfikir seperti itu ya ko ? Tapi tenang ko karena istri koko gak sendirian 95% istri yang tidak setuju tadinya juga bilangnya seperti itu ko, tapi 100% yang setuju bilangnya begini “tadinya saya juga mikir seperti itu waktu suami saya masih ada”.
Ko ada nasabah kita, bukan nasabah saya tapi nasabah teman saya yang masih satu team dengan saya, usianya masih muda masih 30 an, dari obrolan dengan teman saya disepakati program yang tepat untuk dia ini preminya Rp 2,5 juta per bulan, dia bilang programnya bagus dan pasti ambil, tapi sama kayak koko, dia mau konsultasi dulu dengan istrinya.
Tebak ko jawaban si istri bagaimana? Istrinya marah marah tidak setuju, ngapain mau ambil asuransi mahal-mahal uang segitu kalau dipake buat beli ini beli itu udah lumayan, nyicil mobil juga bisa, intinya si istri nolak keras ko.
Berapa hari kemudian akhirnya si suami ini ketemu dengan teman saya dan dia memutuskan untuk ambil tapi yang preminya Rp 1.5 juta aja dengan wanti-wanti supaya istrinya jangan sampai tahu.
Satu bulan lewat dua bulan lewat tiga bulan lewat… persis pas setengah tahun si suami meninggal katanya kena stroke, si istri gak kerja anak dua masih sekolah semua, tiba-tiba suaminya yang masih muda yang sehat meninggal karena stroke, gaji suami juga stop. Kebayang ndak bagaimana kehidupan istri dan anaknya di kemudian hari ?
Tapi untungnya ko klaim sakit kritis dan meninggalnya bisa cair total premi yang di setor Rp 1,5 juta x 6 bulan ( baru Rp 9 juta ) tapi Prudential kasih Rp 1,1 Milyar buat si istri dan anaknya, harusnya bisa lebih kalau preminya tetap Rp 2,5 juta
Waktu klaim disetujui si istri nangis ko, dia bilang sama teman saya terima kasih udah maksa suaminya ambil polis.
Sepanjang saya cerita ini mata si koko menerawang..entah apa yang ada di benaknya sampai akhirnya dia bilang : minggu depan kita ngobrol lagi ya mas.
Informasi dan Konsultasi
Bambang Tejo Narsoyo
Call/Sms/WA : 0815 7511 8000

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *