seputar layanan bpjsJangan merasa aman walaupun sekeluarga sudah mempunyai kartu BPJS kelas 1 ( kelas paling mahal ). Kenapa ? Yuk simak sekelumit cerita di bawah ini :

“Bapak saya peserta BPJS kelas 1, tapi waktu dirawat di RS langsung masuk ruang ICU, setelah pulang saya sangat kaget ketika pihak kasir RS masih memberikan tagihan sebesar Rp 30 juta, ternyata tanggungan BPJS cuma Rp 3 juta, kok bisa yang ditanggung sedikit banget ??? Lebih aneh lagi diagnosis dari dokter begitu banyak dan dirawat sampai 16 hari, bener bener tidak masuk akal”

Pernahkah anda punya pengalaman seperti itu ?

Atau setidaknya pernah mendengar cerita fakta seperti itu ?

Besaran biaya ini berhubungan dengan Sistem klaim INA CBGs. Lalu apa pengertian INA CBGs ini?? INA-CBG merupakan sebuah singkatan dari Indonesia Case Base Groups yaitu sebuah aplikasi yang digunakan pihak RS untuk mengajukan klaim pada pemerintah.INA-CBG merupakan system pembayaran dengan sistem “paket” berdasarkan penyakit yang diderita pasien

Adanya selisih biaya pengobatan pasien yang naik kelas 1 hingga VIP memang selama ini jarang  dibahas, sehingga para pasien ini kurang mengetahui jika akan dikenakan biaya selisih kenaikan kelas rawat inap apalagi sudah sampai ke ruang isolasi atau ICU maka ia harus membayar biaya pada ruang khusus ini

Lalu untuk kelas VIP yang disebabkan bukan permintaan pasien tapi oleh penyakit yang dideritanya, apakah obat juga di tanggung BPJS ?

Dalam lampiran permenkes nomor 28 tahun 2014, disebutkan bahwa jika pasien BPJS ingin meningkatkan kelas perawatan sampai dengan kelas 1, maka diberlakukan selisih tarif INA-CBGs kelas ruang perawatan yang dipilih dengan tarif INA-CBGs yang menjadi haknya.

Tapi jika naik ke kelas perawatan VIP maka diberlakukan urun biaya sebesar tarif VIP lokal dengan tarif INA-CBGs kelas perawatan yang menjadi haknya.

Sesuai peraturan, BPJS Kesehatan hanya menanggung maksimal sampai kelas 1.

Jika pasien naik kelas sampai kelas 1 maka hanya dibebankan selisih biaya kamar saja.Tapi jika naik kelas VIP, maka seluruh jasa medis ikut naik, dan boleh dibebankan ke pasien.

Apa yang mempengaruhi naik kelas VIP selisih biaya RS-nya besar sekali ?

  1. Biaya Kamar dan Obat-obatan.

Biaya obat selama perawatan, tidak ada perbedaan pada kelas 1,2,3. Pada VIP lebih besar karena bisa menggunakan obat di luar fornas (formularium nasional )

Demikian juga dari sisi biaya kamar, semakin tinggi kelas, semakin mahal. Apabila pasien naik dari kelas 3 ke kelas 2 atau 1, atau dari kelas 2 ke kelas 1, maka pasien hanya membayar selisih kamar saja.

  1. Biaya Klaim ke BPJS.

Biaya klaim dari RS ke BPJS menggunakan sistem paket, sesuai group penyakitnya. Misalnya diagnose untuk stroke, tarif dari BPJS adalah Rp 6 juta. Maka tidak ada perbedaan apakah pasien dirawat selama 3 hari dengan 30 hari, klaim dari RS ke BPJS hanya diganti Rp 6 juta meskipun biaya perawatannya lebih dari 6 juta ( besaran 6 juta ini hanya contoh saja, bukan klaim sebenarnya).

Pada VIP, besaran biaya perawatan tergantung tarif yang berlaku di RS tersebut, namun klaim sesuai dengan hak kelas BPJS.

  1. Biaya Aneka Perawatan RumahSakit

Selisih biaya aneka perawatan RS dengan klaim BPJS, pada kelas 1,2,3 selisih akan menjadi tanggungan RS dan tidak boleh ditagihkan kepada pasien ( pasien tidak terbebani selisih jasa medis yang ikut naik, hanya selisih kamar saja).

Sementara pada kelas VIP, sesuai peraturan, selisih akan ditanggung pasien.

Nah dari gambaran diatas tidak mengherankan bahwa tagihan pasien yang opname di ICU atau di kelas VIP sangatlah besar, walaupun sudah memakai kartu BPJS kelas 1

Semoga artikel ini bermanfaat bagi peserta BPJS

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *